Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Hepatitis C

Hepatitis merupakan penyakit yang cukup banyak dikenal di masyarakat, tak terkecuali hepatitis C. Hal ini membuat banyak kabar yang beredar menjadi simpang-siur serta mitos yang beredar, yang membuat masyarakat menjadi bingung dan bertanya-tanya. Nah, berikut beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan masyarakat.

Apa Perbedaan Hepatitis A, B, C, D dan E?

Hepatitis adalah peradangan pada organ hati, yang dapat disebabkan oleh mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, paparan racun, gangguan autoimun dan infeksi virus. Sedangkan, huruf dibelakangnya menentukan jenis virus yang menginfeksi, virus hepatitis tipe A, B, C, D atau E.

Jadi, Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan virus hepatitis tipe C (HCV). Jenis virus yang berbeda memiliki cara penularan, gejala, diagnosa dan cara penanganan yang berbeda pula.

Bagaimana Cara Penularannya?

Cara penularan HCV melalui kontak darah, di mana penularan terjadi jika darah penderita masuk ke dalam aliran darah orang yang belum terinfeksi. Penularan ini dapat terjadi melalui penggunaan alat medis yang kurang steril, tato dan tindik dengan alat yang tidak sekali pakai dan penggunaan narkoba jenis suntik.

Adapun kegiatan lain yang memiliki potensi kecil menularkan HCV, yaitu melalui hubungan seksual, penularan dari ibu ke janin, tertusuk jarum bekas tindakan medis dan menggunakan barang pribadi yang berpotensi terpapar darah bersamaan, seperti gunting kuku, alat cukur dan sikat gigi.

HCV tidak dapat menular melalui pemakaian toilet bersama, penggunaan alat makan dan minum bersamaan, bersentuhan, bersin, batuk, berciuman, berpelukan, penggunaan kolam renang bersamaan dan gigitan nyamuk atau serangga.

Apa Akibat Terinfeksi HCV?

25% penderita dapat sembuh secara alami tanpa penanganan medis dalam kurun waktu 12 bulan, sisanya masih terjangkit virus namun tidak menimbulkan gejala. Tanpa pengobatan, kira-kira 30% memperlihatkan gejala setelah masuk fase kronis setelah 10—15 tahun infeksi.

Setelah 20 tahun, 10% penderita mengalami penyakit liver tanpa pengobatan dan 5 diantaranya terkena sirosis atau kanker hati. Ketika memasuki fase ini, umumnya gejala yang muncul adalah jaundice (kuku dan sklera mata menguning), mudah memar atau berdarah, asites, muntah darah, hingga penurunan kesadaran.

Apakah Penyakit ini Bisa Disembuhkan?

Secara umum penyakit dapat disembuhkan melalui terapi obat-obatan antivirus. Namun, tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada ketepatan dan kecepatan diagnosa. Semakin cepat teridentifikasi, kemungkinan kesembuhannya akan semakin besar.

Bahkan, beberapa waktu lalu para ahli menemukan obat jenis baru yang digadang lebih efektif, aman dan dapat ditoleransi oleh tubuh. obat tersebut adalah Direct Antiviral Agent (DAA). Namun, meskipun sudah sembuh total, resiko tertular kembali masih ada.

Demikian beberapa pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat tentang Hepatitis C. Meskipun belum ada vaksin untuk HCV, Anda bisa menghindari penyakit ini dengan menghindari faktor penyebab dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mengidentifikasi sejak dini. Informasi lainnya tentang kesehatan ibu dan anak bisa anda baca di laman parenting.orami.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *